Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yabda'ul-khalqa: Memulai penciptaan dari tidak ada menjadi ada, tanpa contoh sebelumnya.
- Yu'iduhu: Mengembalikan/membangkitkan kembali setelah kematian atau kehancuran.
- Tu'fakun: Dipalingkan dari kebenaran menuju kebatilan.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang menyembah berhala dan sesembahan selain Allah: "Adakah di antara tuhan-tuhan yang kalian sembah itu yang mampu memulai penciptaan makhluk dari ketiadaan, kemudian menghidupkannya kembali setelah mati?" Tentu mereka tidak akan mampu menjawab, karena semua berhala itu hanyalah benda mati yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Maka katakanlah kepada mereka dengan tegas: "Hanya Allah-lah yang memulai penciptaan seluruh makhluk, kemudian Dia akan mengembalikan kehidupan mereka setelah mati untuk dibangkitkan dan dihisab." Allah-lah pemilik kekuasaan mutlak atas awal dan akhir kehidupan, tiada sekutu bagi-Nya dalam hal ini.
Lalu Allah berfirman: "Maka bagaimana kalian sampai dipalingkan dari kebenaran yang jelas ini menuju kebatilan?" Sungguh mengherankan, bagaimana akal sehat kalian bisa berpaling dari menyembah Dzat yang Maha Kuasa menciptakan dan membangkitkan, lalu beralih menyembah patung-patung bisu yang tidak mampu menciptakan seekor lalat pun, apalagi menghidupkan kembali orang mati?
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, perhatikanlah betapa agungnya kekuasaan Allah! Dia yang memulai penciptaan alam semesta dengan segala keajaibannya, dan Dia pula yang akan mengembalikan kehidupan setelah kematian. Ini adalah bukti nyata bahwa hanya Allah yang layak disembah, karena hanya Dia yang memiliki kekuasaan penuh atas kehidupan dan kematian.
Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan: jika manusia saja tidak mampu menciptakan sesuatu dari ketiadaan, lalu bagaimana mungkin mereka menyembah makhluk yang tidak bisa mencipta? Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk beribadah hanya kepada Allah, Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Marilah kita senantiasa menjaga keimanan kita, menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan, dan selalu mengingat bahwa suatu saat nanti kita akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari segala bentuk penyimpangan. Aamiin.
📜 Ayat 32-36 — Yunus
Terjemah — Yunus 34
Surat Yunus Ayat 34 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan…Surat Ayat 34/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 32–36. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








