Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- أَضَلَّ: menjadikan sesat, menyesatkan.
- فِرْعَوْنُ: raja Mesir yang zalim pada masa Nabi Musa.
- قَوْمَهُ: kaumnya, yaitu bangsa Mesir (Koptik) yang mengikutinya.
- وَمَا هَدَى: dan tidak memberi petunjuk.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini mengabarkan kepada kita tentang akhir dari perjalanan hidup Fir'aun yang penuh kezaliman. Allah Ta'ala berfirman: *"Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya, dan dia tidak memberi petunjuk."*
Fir'aun, dengan segala kekuasaan dan tipu dayanya, telah menyesatkan kaumnya dari jalan kebenaran. Ia menghiasi bagi mereka kekufuran dan pendustaan terhadap Nabi Musa 'alaihis salam. Ia memperdaya mereka dengan kebatilan, menjanjikan kemuliaan dan kekuasaan jika mereka tetap berada dalam kekafiran. Ia menakut-nakuti mereka dengan kekuatan dan keperkasaannya, sehingga mereka tunduk dan patuh kepadanya dalam kesesatan.
Ayat ini juga merupakan bantahan tegas terhadap pengakuan Fir'aun yang pernah berkata kepada kaumnya: *"Aku tidak menunjukkan kepadamu kecuali jalan yang benar"* (QS. Ghafir: 29). Allah membuktikan kebohongannya dengan firman-Nya: *"Dan dia tidak memberi petunjuk."* Artinya, Fir'aun sama sekali tidak pernah menunjukkan jalan hidayah kepada kaumnya, bahkan sebaliknya, ia menyeret mereka ke dalam jurang kesesatan dan kebinasaan.
Sungguh, inilah akhir dari orang-orang yang sombong dan enggan menerima kebenaran. Fir'aun yang mengaku dirinya sebagai tuhan, justru berakhir dengan tenggelam di lautan bersama bala tentaranya, dan kaumnya pun binasa karena mengikuti kesesatannya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Fir'aun ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa bahayanya mengikuti pemimpin yang sesat dan menyesatkan. Fir'aun adalah contoh pemimpin yang menggunakan kekuasaannya untuk menjauhkan manusia dari Allah, bukan mendekatkan mereka kepada-Nya.
Oleh karena itu, wahai saudaraku, jadilah pribadi yang senantiasa mencari petunjuk Allah, bukan mengikuti hawa nafsu dan tipu daya setan. Allah telah memberikan kita akal dan hati untuk membedakan yang hak dan yang batil. Jangan pernah biarkan siapa pun menyesatkan kita dari jalan Allah, sekalipun mereka memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar.
Sebaliknya, jadilah orang yang membawa kebaikan bagi orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda: *"Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya"* (HR. Muslim). Maka, ajaklah keluarga, kerabat, dan sahabat-sahabatmu kepada kebaikan dan ketakwaan, niscaya engkau akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita di atas iman dan Islam, serta menjauhkan kita dari kesesatan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Aamiin.
📜 Ayat 77-81 — Taha
Terjemah — Taha 79
Surat Ayat 79/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 77–81. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








