Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ālihatinā: Sesembahan-sesembahan kami, yaitu berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah.
- Al-Ẓālimīn: Orang-orang yang melampaui batas, zalim, dan melakukan perbuatan yang tidak benar.
Tafsir:
Ketika kaum Nabi Ibrahim kembali dan mendapati berhala-berhala mereka telah dihancurkan berkeping-keping, mereka pun saling bertanya dengan penuh kemarahan dan kebingungan: "Siapakah yang berani melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami?" Mereka menyebut berhala-berhala itu sebagai "ālihatinā" (sesembahan kami) karena mereka telah menjadikannya sebagai tuhan yang mereka agungkan dan sembah. Mereka kemudian menegaskan bahwa pelaku perbuatan ini pasti termasuk orang-orang yang zalim, karena telah merendahkan dan menghancurkan sesuatu yang menurut mereka layak diagungkan dan dimuliakan.
Padahal, sesungguhnya kezaliman yang sebenarnya adalah perbuatan mereka sendiri—menyembah batu-batu yang tidak dapat memberi manfaat maupun mudarat, dan menempatkan makhluk ciptaan pada kedudukan yang seharusnya hanya milik Allah semata. Mereka menganggap remeh perbuatan menghancurkan berhala, tetapi tidak menganggap besar dosa syirik yang mereka lakukan.
Perhatikanlah bagaimana hati mereka begitu membela "tuhan-tuhan" palsu yang tidak berdaya, sementara mereka lalai membela keagungan Allah yang menciptakan langit dan bumi. Ini menunjukkan betapa dalamnya kebodohan dan kesesatan mereka. Namun justru dari sinilah kita belajar bahwa kebenaran akan selalu hadir untuk menghancurkan kebatilan, sebagaimana Ibrahim dengan penuh keberanian dan keikhlasan menghancurkan simbol-simbol kesyirikan demi menegakkan tauhid.
Saudaraku, kisah ini mengajarkan kita bahwa orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran tidak akan gentar menghadapi kemarahan para penyembah kebatilan. Ibrahim tidak takut sendirian melawan kaumnya, karena ia yakin Allah bersamanya. Begitu pula kita, ketika berdakwah mengajak kepada tauhid dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan, janganlah takut dengan celaan atau kemarahan manusia. Allah Maha Melihat dan Maha Menolong hamba-hamba-Nya yang ikhlas. Dan ingatlah, berhala-berhala itu tidak mampu membela diri mereka sendiri—maka bagaimana mungkin mereka layak disembah? Hanya Allah Yang Maha Kuasa yang layak menerima segala ibadah dan pengagungan.
📜 Ayat 57-61 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 59
Surat Al-Anbiya Ayat 59 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami,…Surat Ayat 59/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 57–61. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Wednesday, August 19, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








