Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- الْأَعْمَى (al-a'mā): orang buta, yaitu orang yang tidak dapat melihat kebenaran karena hatinya tertutup dari petunjuk Allah.
- الْبَصِيرُ (al-baṣīr): orang yang melihat, yaitu orang yang hatinya terbuka dan mampu membedakan antara yang hak dan yang batil.
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa tidaklah sama antara orang yang buta hatinya dari kebenaran, yang tidak mampu melihat cahaya iman, dengan orang yang melihat dengan mata hatinya, yang mengenal Tuhannya, mengikuti petunjuk-Nya, dan berjalan di atas jalan yang lurus. Sebagaimana tidak mungkinnya disamakan antara orang buta dan orang yang melihat, demikian pula tidak mungkin disamakan antara orang kafir yang hatinya mati dengan orang mukmin yang hatinya hidup dengan cahaya keimanan.
Perumpamaan ini menggambarkan betapa jauhnya perbedaan antara seorang mukmin yang berpegang teguh pada kebenaran, dengan seorang kafir yang tenggelam dalam kesesatan. Kegelapan kekufuran tidak akan pernah setara dengan cahaya keimanan, sebagaimana naungan yang sejuk tidak akan pernah sama dengan panasnya angin yang menyengat. Begitu pula, orang-orang yang hatinya hidup dengan dzikir kepada Allah dan taat kepada-Nya, tidak akan sama dengan orang-orang yang hatinya mati karena berpaling dari peringatan Allah.
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dia mendengar doa hamba-hamba-Nya yang beriman dan menerima taubat mereka. Adapun orang-orang kafir yang hatinya telah mati, seruan kebenaran tidak lagi memberi manfaat kepada mereka, sebagaimana orang mati yang berada di dalam kubur tidak dapat mendengar seruan. Maka Nabi Muhammad ﷺ hanyalah seorang pemberi peringatan yang menyampaikan risalah, dan Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
Allah mengutus Rasul-Nya dengan membawa kebenaran, yaitu iman kepada Allah dan syariat-syariat agama-Nya, sebagai pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan surga, dan pemberi peringatan bagi orang-orang yang mendustakan dengan siksa neraka. Dan tidak ada satu umat pun melainkan telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan yang mengajak mereka kepada kebaikan dan memperingatkan mereka dari keburukan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan nikmat terbesar dalam hidup ini, yaitu nikmat iman dan petunjuk. Betapa banyak orang yang memiliki mata yang sehat tetapi hatinya buta dari melihat kebenaran, dan betapa banyak pula orang yang sederhana namun Allah bukakan hatinya untuk menerima cahaya Islam.
Jadikanlah setiap detik kehidupan kita sebagai kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Jangan pernah merasa cukup dengan amal yang telah kita lakukan, karena surga itu mahal dan tidak akan diperoleh kecuali dengan kesungguhan. Dan janganlah kita termasuk golongan orang-orang yang hatinya mati, yang mendengar ayat-ayat Allah tetapi tidak meresponnya dengan ketaatan.
Marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah memilih kita menjadi bagian dari umat yang mendapatkan petunjuk, dan marilah kita berusaha untuk menjadi hamba-hamba yang hatinya hidup, yang selalu rindu untuk beribadah, yang selalu haus akan ilmu, dan yang selalu bersemangat dalam kebaikan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Rasulullah ﷺ di telaga surga, dan semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berbahagia di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 17-21 — Fatir
Terjemah — Fatir 19
Surat Fatir Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.Surat Ayat 19/45 — Fatir فاطر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fatir Dengarkan, Fatir Terjemah, Fatir mp3, Fatir pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








