Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- وَإِنْ كَانُوا: "Dan sesungguhnya mereka" — kata *kāna* di sini menunjukkan makna *kāna* yang *zā'idah* (tambahan) untuk penguatan, sehingga maknanya adalah "sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan."
- لَيَقُولُونَ: "benar-benar akan mengatakan" — huruf *lām* dan *nūn taukīd* menunjukkan penguatan makna.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini mengungkapkan sebuah fakta penting tentang sikap orang-orang musyrik Quraisy sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Mereka sering berkata dengan penuh keyakinan: "Seandainya datang kepada kami kitab suci seperti yang diturunkan kepada umat-umat terdahulu, atau seorang rasul yang diutus kepada kami sebagaimana rasul-rasul diutus kepada mereka, niscaya kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang paling tulus dan ikhlas dalam beribadah."
Mereka mengaku bahwa jika saja mereka diberi kesempatan seperti umat-umat sebelumnya, mereka akan menjadi orang-orang yang paling taat, paling setia, dan paling ikhlas dalam beribadah kepada Allah. Namun, Allah ﷻ Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Allah mengetahui bahwa mereka hanyalah orang-orang yang berdusta dalam pengakuan mereka.
Ketika akhirnya Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ dengan membawa Al-Qur'an sebagai kitab yang paling mulia dan paling sempurna, apa yang mereka lakukan? Bukankah mereka justru mengingkarinya? Bukankah mereka justru menolak dan mendustakannya? Mereka tidak pernah benar-benar menepati janji yang mereka ucapkan sendiri. Mereka kafir terhadap Al-Qur'an dan mendustakan risalah yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
Maka Allah ﷻ menegaskan bahwa mereka kelak akan mengetahui akibat dari keingkaran mereka. Pada hari kiamat nanti, mereka akan merasakan azab yang pedih sebagai balasan atas kedustaan dan kesombongan mereka. Sungguh, Allah tidak pernah lengah terhadap apa yang mereka lakukan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang mulia, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Betapa banyak di antara kita yang berangan-angan dan berkata: "Seandainya aku hidup di zaman Rasulullah ﷺ, niscaya aku akan menjadi orang yang paling pertama beriman dan membelanya." Namun, ketika Al-Qur'an dan sunnah sudah ada di hadapan kita, ketika pintu kebaikan terbuka lebar, justru kita lalai dan berpaling.
Mari kita jadikan ayat ini sebagai cambuk untuk introspeksi diri. Janganlah kita menjadi orang yang pandai berjanji tetapi tidak pernah menepati. Allah ﷻ telah memberikan kita nikmat yang sangat agung berupa Al-Qur'an dan petunjuk Nabi ﷺ. Maka, tunjukkanlah keikhlasan kita bukan hanya dengan ucapan, tetapi dengan amal perbuatan yang nyata. Karena sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur dalam perkataan dan istiqamah dalam perbuatan. Aamiin.
📜 Ayat 165-169 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 167
Surat As-Saffat Ayat 167 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata:Surat Ayat 167/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 165–169. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








