Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Salāman (سَلَامًا): Ucapan salam sebagai doa keselamatan, maknanya "semoga engkau selamat."
- Wajilūn (وَجِلُونَ): Orang-orang yang merasa takut, cemas, dan khawatir di dalam hati.
Tafsir Ayat:
Ayat ini mengisahkan tentang kedatangan para malaikat kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam dalam bentuk tamu yang mulia. Ketika mereka masuk menemuinya, mereka mengucapkan salam: "Salāman" — yaitu doa keselamatan bagi Ibrahim. Nabi Ibrahim pun menjawab salam mereka dengan lebih baik, sebagaimana yang dianjurkan dalam Al-Qur'an.
Setelah itu, Ibrahim — yang saat itu tidak mengetahui bahwa mereka adalah malaikat — segera menyuguhkan hidangan berupa anak sapi panggang yang lezat, sebagai bentuk penghormatan kepada tamunya. Namun, ketika para tamu itu tidak menyentuh makanan tersebut, hati Ibrahim mulai diliputi perasaan takut dan cemas. Beliau berkata: "Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu." Ketakutan ini wajar, karena pada kebiasaan masyarakat saat itu, jika seorang tamu menolak makanan tuan rumah, itu menandakan adanya niat buruk atau bahaya yang akan datang.
Kisah ini mengajarkan kita adab mulia dalam menjamu tamu: bersegera menyuguhkan makanan terbaik, menjawab salam dengan lebih baik, dan tetap bersikap waspada terhadap hal-hal yang tidak wajar — namun semua itu dilakukan dengan tetap menjaga kehormatan dan kesantunan.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengandung pelajaran berharga tentang akhlak para nabi yang mulia. Nabi Ibrahim adalah teladan dalam kedermawanan dan kemuliaan akhlak. Beliau tidak segan melayani tamunya dengan sebaik-baiknya, bahkan menyembelih anak sapi khusus untuk mereka. Ini mengajarkan kita bahwa memuliakan tamu adalah bagian dari iman, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya."
Ketakutan Nabi Ibrahim ketika tamunya tidak makan bukanlah tanda kelemahan iman, melainkan kewaspadaan yang wajar. Namun yang lebih indah, beliau tetap bersikap santun dan tidak langsung berprasangka buruk. Ini mengajarkan kita untuk selalu berbaik sangka dan menahan diri dari tuduhan sebelum mengetahui hakikat yang sebenarnya.
Ketahuilah, wahai saudaraku, bahwa Allah senantiasa melindungi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Ketakutan yang dialami Nabi Ibrahim segera berubah menjadi kabar gembira yang agung, karena para malaikat itu datang membawa berita kelahiran seorang anak yang saleh. Maka janganlah engkau bersedih atau takut berlebihan dalam menghadapi ujian, karena di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan dari Allah. Jadikanlah kisah ini sebagai penguat hati bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman dan bertawakal kepada-Nya.
📜 Ayat 50-54 — Al-Hijr
Terjemah — Al-Hijr 52
Surat Ayat 52/99 — Al-Hijr الحجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hijr Dengarkan, Al-Hijr Terjemah, Al-Hijr mp3, Al-Hijr pdf. Ayat 50–54. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








