Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- "Wirdan" (وِرْدًا): bentuk jamak dari *wārid*, artinya orang yang datang ke tempat air dalam keadaan dahaga. Dalam konteks ini, mereka digiring dalam keadaan berjalan kaki dan sangat kehausan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang hari kiamat, di mana ada dua golongan manusia yang akan menerima balasan sesuai dengan amal perbuatannya. Golongan pertama adalah orang-orang bertakwa yang akan digiring menuju surga dengan penuh kemuliaan dan kehormatan, sebagaimana tamu agung yang dijemput dengan layanan terbaik. Adapun golongan kedua—yang disebut dalam ayat ini—adalah *al-mujrimūn* (orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan, terutama kekufuran kepada Allah).
Mereka akan diseret dengan kekuatan dan keperkasaan Allah menuju neraka Jahanam dalam keadaan *wirdan*, yaitu berjalan kaki dengan kondisi yang sangat menyedihkan: kehausan yang amat sangat, tenggorokan kering, dan kelelahan yang luar biasa. Mereka tidak memiliki kendaraan, tidak ada yang menolong, dan tidak ada air untuk melepas dahaga. Mereka digiring seperti kawanan ternak yang kehausan menuju sumber air, tetapi sumber yang mereka tuju bukanlah air yang menyegarkan, melainkan api yang membakar.
Ayat ini menggambarkan betapa hinanya keadaan para pelaku kejahatan di akhirat. Mereka yang dahulu di dunia sombong, angkuh, dan merasa kuat, kini tunduk dan tak berdaya digiring dengan paksa menuju azab yang pedih. Ini adalah keadilan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Allah tidak menciptakan neraka tanpa alasan, dan tidak pula menggambarkan azab-Nya secara berlebihan. Semua ini adalah kebenaran yang pasti terjadi. Maka, marilah kita jadikan ayat ini sebagai cambuk untuk selalu introspeksi diri: sudahkah kita menjauhi dosa-dosa besar? Sudahkah kita bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah?
Ingatlah, kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Setiap langkah kita hari ini akan menentukan bagaimana kita digiring kelak—apakah sebagai rombongan mulia menuju surga, atau sebagai rombongan hina menuju neraka. Allah Yang Maha Pengasih masih memberi kita kesempatan untuk bertobat sebelum ajal menjemput. Jangan sampai kita menyesal di saat penyesalan itu sudah tidak berguna lagi.
Semoga Allah melindungi kita semua dari azab-Nya dan menggolongkan kita ke dalam hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang akan digiring menuju surga dengan penuh kemuliaan. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 84-88 — Maryam
Terjemah — Maryam 86
Surat Maryam Ayat 86 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam…Surat Ayat 86/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 84–88. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








