Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- فَأَوْجَسَ (fa awjasa): merasakan atau menyembunyikan perasaan dalam hati.
- خِيفَةً (khifah): rasa takut.
- مُوسَىٰ (Musa): Nabi Musa 'alaihissalam.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan kepada kita tentang keadaan Nabi Musa 'alaihissalam ketika menghadapi para penyihir Fir'aun. Ketika tongkat-tongkat dan tali-tali mereka dilemparkan, Allah mengizinkan Musa merasakan getaran takut di dalam hatinya. Rasa takut itu muncul bukan karena lemahnya iman Musa, tetapi karena tabiat kemanusiaan yang wajar—ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana tali dan tongkat itu bergerak seolah-olah menjadi ular yang hidup dan melata. Ini adalah ujian besar bagi seorang nabi yang mulia.
Perhatikanlah keindahan redaksi Al-Qur'an: "فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَىٰ" — Allah menggunakan kata "أَوْجَسَ" yang bermakna menyembunyikan perasaan di dalam hati, bukan menampakkannya. Ini menunjukkan bahwa Nabi Musa tidak memperlihatkan rasa takutnya kepada lawan-lawannya. Beliau tetap tegar di hadapan mereka, meskipun di dalam hatinya ada getaran kemanusiaan yang wajar. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: rasa takut itu fitrah manusia, tetapi seorang mukmin tidak membiarkan rasa takut itu menguasai dirinya sehingga melumpuhkan langkahnya.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa para nabi adalah manusia biasa yang memiliki perasaan seperti kita. Mereka bisa merasa takut, sedih, dan gundah. Namun keistimewaan mereka adalah bahwa mereka segera kembali kepada Allah dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Sebagaimana dalam lanjutan kisah ini, Allah langsung menenangkan hati Musa dengan firman-Nya: "Janganlah engkau takut, sesungguhnya engkau lebih tinggi (menang)." (QS. Thaha: 68).
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita bahwa pertolongan Allah itu dekat. Ketika rasa takut menghampiri hati kita dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, ingatlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman. Rasa takut yang wajar itu bukanlah aib, tetapi yang menjadi aib adalah jika kita membiarkan rasa takut itu menguasai kita sehingga kita lupa bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai penguat iman. Ketika menghadapi tantangan dakwah, pekerjaan, atau ujian hidup lainnya, kita harus yakin bahwa Allah bersama kita. Sebagaimana Allah menenangkan Nabi-Nya, Dia pun akan menenangkan hati hamba-hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya. Jadikanlah rasa takut itu sebagai pemicu untuk semakin dekat kepada Allah, bukan sebagai penghalang untuk melangkah maju di jalan kebaikan.
📜 Ayat 65-69 — Taha
Terjemah — Taha 67
Surat Taha Ayat 67 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka Musa merasa takut dalam hatinya.Surat Ayat 67/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 65–69. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








