Sad · 31/88
Terjemah Transliterasi — Sad
إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ ۝٣١
Iz `urida `alaihi bil`ashiy yis saafinaatul jiyaad
📖 Arti Bahasa Indonesia
(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore,
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • الصَّافِنَاتُ (Ash-Shāfināt): Kuda-kuda pilihan yang berdiri dengan tiga kaki, dan mengangkat kaki keempatnya dengan ujung kukunya menyentuh tanah. Ini adalah ciri khas kuda-kuda yang tangkas dan cepat.
  • الْجِيَادُ (Al-Jiyād): Bentuk jamak dari *jawād*, yaitu kuda yang terbaik, cepat berlari, dan memiliki ketangkasan luar biasa.

Tafsir:

Ayat yang mulia ini mengisahkan tentang Nabi Sulaiman 'alaihissalam, seorang nabi yang dianugerahi Allah kerajaan yang sangat agung, termasuk kekuasaan atas angin, jin, dan binatang. Pada suatu sore hari, setelah beliau selesai menunaikan shalat Zhuhur, beliau duduk di singgasananya dan memerintahkan agar ditampilkan di hadapannya kuda-kuda pilihan yang sangat istimewa. Kuda-kuda itu adalah jenis *ṣāfināt*, yaitu kuda yang berdiri dengan tiga kaki dan mengangkat kaki keempatnya—sebuah ciri khas kuda-kuda yang lincah dan bertenaga—serta *jiyād*, yaitu kuda-kuda terbaik yang sangat cepat dan tangguh.

Kuda-kuda itu terus ditampilkan dan berlalu-lalang di hadapan beliau sejak sore hingga matahari terbenam. Beliau sangat terpesona oleh keindahan dan kecepatan kuda-kuda tersebut, hingga beliau lalai dari mengingat Allah dan terlewat waktu shalat Ashar. Ketika matahari mulai tenggelam, beliau tersadar dan merasa sangat menyesal. Dengan penuh keimanan dan kecintaan kepada Allah, beliau berkata: "Sungguh, aku lebih mencintai kuda-kuda ini karena mengingatkanku kepada Tuhanku," lalu beliau memerintahkan agar kuda-kuda itu disembelih sebagai bentuk penebusan dan pengorbanan demi Allah, karena beliau lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah daripada kecintaan kepada hal-hal duniawi.

Peristiwa ini menjadi pelajaran besar bagi kita: bahwa segala sesuatu di dunia ini, sekalipun indah dan bernilai tinggi, tidak boleh melalaikan kita dari mengingat Allah dan menunaikan kewajiban kita kepada-Nya. Nabi Sulaiman yang memiliki segalanya tetap menunjukkan ketundukan dan penyesalan yang mendalam ketika ia menyadari kelalaiannya. Betapa mulianya jiwa seorang hamba yang ketika tersadar dari kelalaian, ia segera kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan dan pengorbanan.


Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita bahwa kecintaan kepada hal-hal duniawi—harta, kendaraan, pekerjaan, atau kesenangan lainnya—tidak boleh melebihi kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kita merasa lalai dalam shalat atau ibadah karena sibuk dengan urusan dunia, maka hendaklah kita segera bertobat dan kembali kepada Allah, sebagaimana Nabi Sulaiman melakukannya. Ingatlah bahwa dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat kembali yang kekal. Jadikanlah setiap nikmat yang Allah berikan kepada kita sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan sebagai penghalang yang menjauhkan kita dari-Nya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang selalu mengutamakan cinta kepada-Nya di atas segala-galanya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 29-33 — Sad

29كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
30وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya),
31إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ
(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore,
32فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَن ذِكْرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ
maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan".
33رُدُّوهَا عَلَيَّ ۖ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ
"Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku". Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.
SadIndeks Quran
88Ayat
MakkiyahRevelation
31Ayat

Terjemah — Sad 31

Surat Sad Ayat 31 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti…

Surat Ayat 31/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 29–33. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu