Al-Maidah · 27/120
Terjemah Transliterasi — Al-Maidah
۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ۝٢٧
Watlu `alaihim naba abnai Aadama bilhaqq; iz qarrabaa qurbaanan fatuqubbila min ahadihimaa wa lam yutaqabbal minal aakhari qaala la aqtulannnaka qaala innamaa yataqabbalul laahu minal muttaqeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • Naba': Berita atau kisah yang penting dan besar.
  • Qurbaan: Sesuatu yang dipersembahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, berupa hewan atau harta.
  • Tuqubbila: Diterima (oleh Allah), yaitu diterimanya amalan tersebut dengan pahala dan keridhaan-Nya.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada kaummu—terutama kepada mereka yang dengki dan membangkang—kisah dua putra Nabi Adam, yaitu Qabil dan Habil, dengan penuh kebenaran dan kejujuran. Kisah ini bukanlah dongeng atau mitos, melainkan peristiwa nyata yang mengandung pelajaran berharga bagi umat manusia sepanjang masa.

Ketika keduanya mempersembahkan qurban kepada Allah, masing-masing dengan niat dan amal yang berbeda, maka Allah menerima qurban dari salah satu dari mereka, yaitu Habil, karena ia adalah orang yang bertakwa, ikhlas, dan jujur dalam persembahannya. Sementara qurban Qabil tidak diterima, karena ia tidak memiliki ketakwaan dan keikhlasan dalam hatinya.

Maka Qabil pun diliputi rasa iri dan dengki yang membara. Ia tidak mau merenungi mengapa amalnya ditolak, melainkan justru menyalahkan saudaranya sendiri. Dalam kemarahannya, ia berkata dengan tegas, "Sungguh, aku akan membunuhmu!" Namun Habil menjawab dengan penuh kelembutan dan kebijaksanaan, "Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa." Ia tidak membalas ancaman dengan ancaman, tidak membalas kebencian dengan kebencian, melainkan mengingatkan saudaranya bahwa persoalan diterima atau tidaknya amal itu adalah hak prerogatif Allah semata, dan Allah Maha Mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa kepada-Nya.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa ketakwaan adalah kunci diterimanya amal ibadah. Bukan banyaknya atau besarnya persembahan yang dinilai Allah, melainkan keikhlasan dan ketakwaan hati. Ia juga mengingatkan kita akan bahaya sifat dengki dan iri hati yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan yang sangat keji. Sebagai seorang muslim, kita hendaknya senantiasa membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati, dan berlomba-lomba dalam kebaikan dengan niat yang tulus karena Allah semata.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 25-29 — Al-Maidah

25قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ
Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu".
26قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ
Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu".
27۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".
28لَئِن بَسَطتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam".
29إِنِّي أُرِيدُ أَن تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ
"Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim".
Al-MaidahIndeks Quran
120Ayat
MadaniyahRevelation
27Ayat

Terjemah — Al-Maidah 27

Surat Al-Maidah Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil)…

Surat Ayat 27/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu