Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ash-Shummu (الصُّمّ): Orang-orang tuli, yaitu mereka yang tuli dari mendengar kebenaran dengan pendengaran yang bermanfaat.
- Al-Bukmu (الْبُكْمُ): Orang-orang bisu, yaitu mereka yang tidak mampu mengucapkan kebenaran dan tidak menggunakan lisannya untuk kebaikan.
- Lā Ya'qilūn (لَا يَعْقِلُونَ): Mereka yang tidak menggunakan akalnya untuk memahami perintah dan larangan Allah, serta tidak merenungkan ayat-ayat-Nya.
Tafsir Lengkap:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini menggambarkan dengan sangat jelas tentang kedudukan manusia di sisi Allah berdasarkan pada penggunaan anugerah terbesar yang diberikan-Nya, yaitu pendengaran, penglihatan, dan akal. Allah Ta'ala berfirman bahwa seburuk-buruk makhluk yang melata di muka bumi menurut pandangan Allah adalah mereka yang tuli dari kebenaran, bisu dari mengucapkan kebaikan, dan tidak menggunakan akalnya untuk memahami perintah serta larangan Allah.
Mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari kebenaran yang dibawa oleh para rasul. Mereka mendengar Al-Qur'an tetapi tidak mengambil pelajaran darinya, seakan-akan telinga mereka tersumbat. Mereka melihat tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta tetapi tidak merenungkannya, seakan-akan mata mereka tertutup. Mereka mampu berbicara, tetapi lisan mereka tidak digunakan untuk mengucapkan kalimat tauhid dan kebenaran, seakan-akan mereka bisu. Yang lebih parah lagi, akal yang seharusnya menjadi pembeda antara manusia dan hewan, justru tidak mereka gunakan untuk merenungkan kekuasaan Allah dan memahami syariat-Nya.
Allah menyebut mereka dengan sebutan "ad-dawābb" (makhluk melata) karena mereka tidak memberikan manfaat dari anggota tubuh yang Allah berikan. Bahkan dalam ayat lain, Allah menggambarkan mereka lebih sesat daripada binatang ternak, karena binatang ternak masih mengikuti fitrahnya, sedangkan mereka justru menentang fitrah dan menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat kepada-Nya.
Saudaraku, betapa besar kasih sayang Allah kepada kita. Allah memberikan kita telinga untuk mendengar ayat-ayat-Nya, lisan untuk berzikir dan berdakwah, serta akal untuk merenungkan ciptaan-Nya. Maka janganlah kita sia-siakan nikmat yang agung ini. Jadikanlah pendengaran kita untuk mendengar nasihat yang baik, lisan kita untuk mengucapkan kebenaran, dan akal kita untuk memahami agama Allah. Dengan demikian, kita akan termasuk hamba-hamba Allah yang mulia di sisi-Nya, bukan termasuk golongan yang dicela dalam ayat ini.
Marilah kita selalu memohon kepada Allah agar diberikan taufik untuk menggunakan setiap anggota tubuh kita dalam ketaatan kepada-Nya, dan menjauhkan kita dari sifat lalai yang menjadikan seseorang lebih buruk daripada binatang ternak. Sungguh, Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya dan Maha Mengetahui siapa yang bersungguh-sungguh dalam mencari kebenaran.
📜 Ayat 20-24 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 22
Surat Al-Anfal Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang…Surat Ayat 22/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








