Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Nuthfah: air yang sedikit (mani), yaitu air yang memancar dari seorang laki-laki dan menjadi awal penciptaan manusia.
- Qaddarahu: menjadikannya dengan ukuran dan ketentuan yang tepat, melalui tahapan-tahapan penciptaan yang teratur.
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan manusia yang durhaka dan ingkar kepada Tuhannya: dari apakah ia diciptakan pertama kali? Ia diciptakan dari setetes air yang hina dan lemah, yaitu mani. Sungguh, dari air yang sedikit dan tampak tidak berharga itu, Allah menciptakannya dengan penuh kekuasaan dan kebijaksanaan. Allah menentukan dan mengaturnya melalui tahapan-tahapan penciptaan yang sangat rapi: dari nuthfah menjadi 'alaqah (segumpal darah), kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging), lalu ditiupkan ruh, hingga akhirnya menjadi manusia yang sempurna bentuknya.
Perhatikanlah wahai manusia! Betapa agungnya kekuasaan Allah yang menciptakanmu dari sesuatu yang sangat lemah, lalu menjadikanmu makhluk yang mulia dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Allah tidak menciptakanmu dengan sia-sia, melainkan dengan ukuran dan ketentuan yang sangat teliti. Setiap anggota tubuhmu, setiap organ dalam dirimu, semuanya diciptakan dengan keseimbangan yang sempurna.
Renungkanlah wahai saudaraku! Jika Allah mampu menciptakanmu dari setetes air yang hina, maka sungguh Allah juga Maha Kuasa untuk menghidupkanmu kembali setelah kematian untuk hisab dan pembalasan. Maka mengapa engkau masih berpaling dari perintah-Nya? Mengapa engkau masih sombong dan enggan bersyukur kepada-Nya?
Ketahuilah bahwa penciptaanmu yang bertahap ini bukanlah tanpa tujuan. Allah menghendaki agar engkau merenungi kebesaran-Nya, agar hatimu tunduk dan patuh kepada-Nya. Setiap tahapan penciptaanmu adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Teliti dan Maha Bijaksana. Maka sudah sepantasnya engkau bersyukur, beriman, dan beramal saleh sebagai wujud penghambaanmu kepada Sang Pencipta yang telah memuliakanmu dengan penciptaan yang sebaik-baiknya.
Janganlah engkau menjadi seperti orang-orang kafir yang mengingkari nikmat Allah dan tidak menunaikan kewajiban iman serta amal ketaatan kepada-Nya. Sungguh, merugilah orang yang mengetahui asal-usul penciptaannya namun tetap angkuh dan durhaka kepada Tuhannya.
📜 Ayat 17-21 — 'Abasa
Terjemah — 'Abasa 19
Surat 'Abasa Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.Surat Ayat 19/42 — 'Abasa عبس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: 'Abasa Dengarkan, 'Abasa Terjemah, 'Abasa mp3, 'Abasa pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








