Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Akhūhum (أَخُوهُمْ): Saudara mereka, yaitu Nabi Luth 'alaihissalam. Dinamakan "saudara" karena beliau berasal dari kalangan mereka sendiri, bukan dari bangsa asing, sehingga lebih mudah diterima dan lebih dekat dengan mereka.
- Alā tattaqūn (أَلَا تَتَّقُونَ): Tidakkah kalian bertakwa? Yakni, tidakkah kalian takut kepada Allah dan menjauhi kemaksiatan serta kemusyrikan?
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengisahkan kepada kita tentang Nabi Luth 'alaihissalam, seorang rasul yang diutus kepada kaum yang terkenal dengan perbuatan keji dan dosa besar yang belum pernah dilakukan oleh umat sebelumnya di muka bumi. Ketika beliau datang kepada mereka, beliau berkata dengan penuh kasih sayang dan kelembutan: "Tidakkah kalian bertakwa kepada Allah?" Yakni, tidakkah kalian merasa takut kepada azab Allah dan tidakkah kalian malu kepada-Nya atas segala perbuatan dosa yang kalian lakukan?
Nabi Luth menyeru kaumnya dengan panggilan yang penuh keakraban — beliau adalah saudara mereka dari segi nasab dan kemanusiaan — agar mereka mau mendengarkan nasihatnya. Beliau tidak datang sebagai orang asing yang hendak menjajah atau menguasai mereka, melainkan sebagai seorang yang sangat mencintai kebaikan untuk mereka. Beliau mengingatkan mereka agar bertakwa, karena takwa adalah kunci keselamatan di dunia dan akhirat.
Panggilan ini menunjukkan betapa besar kasih sayang seorang nabi kepada umatnya. Beliau tidak membenci mereka meskipun mereka tenggelam dalam kemaksiatan, justru beliau berusaha menyelamatkan mereka dari kebinasaan. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: seorang da'i (penyeru kebaikan) harus menyampaikan kebenaran dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, bukan dengan kekerasan atau kebencian.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana para nabi berdakwah! Mereka selalu mengawali seruan mereka dengan kalimat yang menyentuh hati: "Tidakkah kalian bertakwa?" Ini adalah pertanyaan yang menggugah kesadaran, bukan ancaman yang menakut-nakuti. Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Setiap muslim yang mengajak kepada kebaikan hendaknya meneladani gaya dakwah para nabi: lembut, bijaksana, dan penuh harapan agar orang lain mendapat hidayah.
Marilah kita jadikan takwa sebagai kompas kehidupan kita. Dengan takwa, Allah akan membukakan jalan keluar dari segala kesulitan, memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dan mengampuni dosa-dosa kita. Sungguh, kebahagiaan sejati tidak terletak pada mengikuti hawa nafsu, melainkan pada ketundukan kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
📜 Ayat 159-163 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 161
Surat Asy-Syu'ara Ayat 161 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak…Surat Ayat 161/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 159–163. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Wednesday, August 19, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








