Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَخَذَ سَمْعَكُمْ: Mencabut pendengaran kalian sehingga menjadi tuli.
- وَأَبْصَارَكُمْ: Penglihatan kalian sehingga menjadi buta.
- وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ: Memberi cap (mengunci) hati kalian sehingga tidak dapat memahami kebenaran.
- يَصْدِفُونَ: Berpaling dan menjauh dari kebenaran.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang mendustakan risalahmu: "Beritahukanlah kepadaku, jika Allah mencabut pendengaran kalian sehingga kalian menjadi tuli, mengambil penglihatan kalian sehingga kalian menjadi buta, dan mengunci mati hati kalian sehingga kalian tidak lagi mampu memahami sesuatu — siapakah tuhan selain Allah yang mampu mengembalikan semua itu kepada kalian?" Tidak ada seorang pun yang mampu melakukannya selain Allah semata. Sungguh, tidak ada yang dapat memberikan nikmat dan menghilangkan musibah kecuali Dia.
Perhatikanlah wahai Rasulullah, bagaimana Kami menjelaskan bukti-bukti kebenaran dengan berbagai macam cara dan dalil yang beragam, agar mereka dapat merenung dan mengambil pelajaran. Namun demikian, mereka tetap saja berpaling dan enggan menerima kebenaran, seakan-akan mereka tidak melihat dan tidak mendengar.
Renungan dan Hikmah:
Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan betapa besarnya nikmat pendengaran, penglihatan, dan akal sehat yang Allah karuniakan kepada kita. Ketiga nikmat ini adalah kunci utama untuk mengenal Allah dan menjalankan perintah-Nya. Jika Allah mencabutnya, tidak ada satu pun makhluk yang mampu mengembalikannya. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur dengan menggunakan nikmat-nikmat ini untuk taat kepada Allah, bukan untuk bermaksiat kepada-Nya.
Allah Maha Penyayang lagi Maha Pemurah, Dia tidak mencabut nikmat-nikmat ini dari hamba-Nya kecuali karena hamba tersebut berpaling dari kebenaran dan terus-menerus dalam kesombongan. Maka marilah kita jaga hati kita agar tetap terbuka menerima cahaya Al-Qur'an, jaga pendengaran kita dari hal-hal yang diharamkan, dan jaga penglihatan kita dari perkara yang dimurkai Allah. Dengan demikian, kita akan merasakan manisnya iman dan dekatnya diri kita kepada Allah.
Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah. Setiap kali kita membuka mata di pagi hari, mendengar suara-suara di sekitar kita, dan merasakan akal yang sehat, itu semua adalah bukti kasih sayang Allah yang tiada tara. Maka janganlah kita sia-siakan nikmat yang agung ini, karena kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua di atas jalan yang lurus.
📜 Ayat 44-48 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 46
Surat Al-An'am Ayat 46 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta…Surat Ayat 46/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








