Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْمَلَأُ: Para pembesar dan pemuka kaum yang menjadi penasihat utama Fir'aun.
- سَاحِرٌ: Ahli sihir yang pandai memperdaya mata.
- عَلِيمٌ: Sangat luas dan dalam pengetahuannya, dalam konteks ini mahir dalam ilmu sihir.
Tafsir Ayat:
Ketika Nabi Musa 'alaihissalam memperlihatkan mukjizat yang agung—tongkatnya berubah menjadi ular besar yang bergerak cepat, dan tangannya bersinar putih cemerlang tanpa cacat—para pembesar istana Fir'aun yang menyaksikan peristiwa itu langsung berkomentar. Mereka berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya orang ini (Musa) benar-benar seorang penyihir yang sangat pandai." Mereka berusaha menutupi kebenaran yang terpampang jelas di hadapan mata mereka dengan tuduhan sihir, padahal mereka sendiri tahu bahwa apa yang mereka saksikan bukanlah tipuan belaka. Mereka menyebutnya "alim" (sangat berilmu) dalam sihir, sebagai bentuk pengakuan sekaligus upaya untuk merendahkan mukjizat kenabian, seolah-olah itu hanyalah keahlian duniawi yang bisa ditandingi oleh para penyihir kerajaan.
Sungguh, inilah tipikal orang-orang yang sombong dan tenggelam dalam kekuasaan. Mereka lebih memilih mendustakan kebenaran daripada mengakui kelemahan mereka di hadapan kuasa Allah. Padahal, mukjizat para nabi bukanlah sihir; ia adalah bukti nyata dari kekuasaan Allah yang tidak mampu ditiru oleh siapa pun. Namun, karena hati mereka telah dikunci oleh kesombongan dan kecintaan pada kedudukan, mereka menolak cahaya kebenaran yang datang kepada mereka.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita tentang pentingnya keikhlasan dalam mencari kebenaran. Orang yang hatinya bersih akan langsung tunduk dan beriman ketika melihat kebenaran, sebagaimana para penyihir Fir'aun yang akhirnya beriman setelah menyaksikan mukjizat Musa. Namun, orang yang hatinya dipenuhi kesombongan dan kepentingan duniawi akan selalu mencari alasan untuk menolak kebenaran, bahkan dengan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan sampai kita termasuk golongan yang menolak kebenaran karena gengsi, kedudukan, atau kepentingan pribadi. Ketika kebenaran datang, sambutlah dengan hati terbuka, karena kebenaran adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah Ta'ala selalu membuka pintu hidayah bagi hamba-Nya yang tulus, dan menutupnya bagi mereka yang sombong dan membangkang.
📜 Ayat 107-111 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 109
Surat Al-A'raf Ayat 109 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir…Surat Ayat 109/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 107–111. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








