Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- الْمُجْرِمِينَ (al-mujrimin): orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan, yaitu orang-orang kafir dan musyrik.
- مُقَرَّنِينَ (muqarranin): diikat dan disatukan antara tangan, kaki, dan leher mereka.
- الْأَصْفَادِ (al-ashfad): bentuk jamak dari *shafad*, yaitu belenggu atau rantai yang mengikat tangan dan kaki.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, pada hari kiamat nanti engkau akan menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan: orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan—mereka yang ingkar kepada Allah dan mendustakan para rasul—akan diikat dengan belenggu-belenggu yang kuat. Tangan mereka dirantai ke leher, kaki mereka diikat, dan mereka disatukan satu sama lain dengan rantai-rantai yang kokoh. Tidak ada sedikit pun ruang bagi mereka untuk bergerak atau melepaskan diri. Mereka berada dalam keadaan yang sangat hina dan terhina, tidak memiliki daya dan upaya sama sekali.
Bayangkanlah, saudaraku, betapa hinanya keadaan mereka saat itu. Mereka yang dahulu di dunia sombong dan angkuh, merasa kuat dan berkuasa, kini menjadi tawanan yang tak berdaya. Mereka yang dahulu bebas berbuat maksiat dan kezaliman, kini terbelenggu dalam rantai kehinaan. Setiap anggota tubuh mereka diikat erat, tidak ada satu pun yang dapat mereka gunakan untuk melarikan diri dari azab Allah.
Bahkan dalam kondisi yang sangat menyedihkan itu, mereka juga akan digiring bersama-sama dengan setan-setan yang dahulu mereka ikuti di dunia. Mereka disatukan dalam satu belenggu yang sama, sebagai balasan atas persekutuan mereka dalam kekufuran dan kemaksiatan. Pakaian mereka terbuat dari cairan tembaga yang mendidih, dan wajah mereka ditutupi oleh kobaran api yang menghanguskan.
Sungguh, ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Hari itu adalah hari pembalasan yang pasti terjadi, di mana setiap kezaliman akan dibalas, dan setiap kejahatan akan mendapatkan ganjarannya. Tidak ada seorang pun yang dapat lolos dari keadilan Allah, dan tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak. Jika di dunia ini kita merasakan betapa tidak nyamannya ketika tangan kita diikat atau kaki kita dibelenggu, maka bagaimana lagi rasanya jika seluruh tubuh kita dirantai dengan belenggu yang terbuat dari api? Na'udzubillah, semoga Allah melindungi kita semua dari keadaan yang mengerikan itu.
Ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga diri dari perbuatan dosa dan kemaksiatan. Janganlah kita tertipu oleh kenikmatan dunia yang sementara ini. Janganlah kita merasa aman dan lalai, karena hari pembalasan itu pasti datang. Setiap langkah kita, setiap ucapan kita, dan setiap perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu berada di jalan yang lurus, jalan yang diridhai Allah. Perbanyaklah taubat dan istighfar, perbaikilah hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama manusia. Karena sesungguhnya, kebahagiaan hakiki bukanlah di dunia ini, melainkan di akhirat kelak ketika kita berhasil melewati hari perhitungan dengan selamat dan mendapatkan surga-Nya yang penuh kenikmatan.
Semoga Allah menjauhkan kita dari golongan orang-orang yang berdosa dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung, yang akan mendapatkan kebahagiaan abadi di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 47-51 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 49
Surat Ibrahim Ayat 49 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu…Surat Ayat 49/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 47–51. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








