Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- "Hāulā'i" (هَٰؤُلَاءِ): artinya "ini" atau "mereka ini" — menunjuk kepada wanita-wanita yang hadir.
- "Banātī" (بَنَاتِي): secara harfiah berarti "anak-anak perempuanku", namun dalam konteks ini maksudnya adalah wanita-wanita dari kaumnya yang halal dinikahi, karena seorang nabi bagi umatnya bagaikan seorang ayah.
- "Fā'ilīn" (فَاعِلِينَ): artinya "orang-orang yang melakukan" — yakni melakukan apa yang diserukan atau dianjurkan.
Tafsir Ayat:
Nabi Luth 'alaihissalam berkata kepada kaumnya yang datang dengan niat buruk untuk mengganggu tamu-tamunya: "Inilah anak-anak perempuanku — maksudnya wanita-wanita dari kaummu yang halal untuk kalian nikahi — maka nikahilah mereka dengan cara yang halal dan baik, jika kalian benar-benar hendak menyalurkan hasrat kalian." Beliau menawarkan jalan yang halal dan bersih kepada mereka, seraya melarang mereka dari perbuatan keji yang diharamkan Allah, yaitu mendatangi sesama lelaki.
Beliau menamakan wanita-wanita itu sebagai "anak-anak perempuannya" karena kedudukan seorang nabi bagi umatnya adalah seperti seorang ayah yang penyayang; beliau menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi mereka semua. Ini adalah bentuk kasih sayang dan nasihat tulus dari seorang nabi yang sangat mencintai kaumnya, meskipun mereka telah berbuat zalim dan melampaui batas.
Sentuhan Dakwah:
Sungguh indah akhlak para nabi! Lihatlah bagaimana Nabi Luth 'alaihissalam tetap bersikap lembut dan bijaksana dalam menghadapi kaumnya yang durhaka. Beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan justru menunjukkan jalan keluar yang halal dan diridhai Allah. Ini mengajarkan kita bahwa dalam berdakwah, kita harus selalu mengedepankan kasih sayang dan hikmah, serta senantiasa mengajak manusia menuju jalan yang halal dan bersih, bukan yang haram dan kotor.
Ayat ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesucian diri dan kehormatan. Islam adalah agama yang suci dan menyukai kesucian. Allah selalu memberikan jalan keluar yang baik bagi hamba-hamba-Nya yang ingin memenuhi kebutuhan fitrahnya dengan cara yang diridhai. Maka, marilah kita senantiasa menjauhi segala perbuatan keji dan memilih jalan yang halal, karena di situlah terletak kebahagiaan dan keberkahan hidup kita di dunia maupun di akhirat.
📜 Ayat 69-73 — Al-Hijr
Terjemah — Al-Hijr 71
Surat Al-Hijr Ayat 71 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Luth berkata: "Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak…Surat Ayat 71/99 — Al-Hijr الحجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hijr Dengarkan, Al-Hijr Terjemah, Al-Hijr mp3, Al-Hijr pdf. Ayat 69–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








