Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- أَيُشْرِكُونَ (Ayusyrikūn): Apakah mereka mempersekutukan...? Ini adalah pertanyaan yang mengandung kecaman dan pengingkaran.
- مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا (Mā lā yakhluqu syai`ā): Sesuatu yang tidak dapat menciptakan apa pun.
- وَهُمْ يُخْلَقُونَ (Wa hum yukhlaqūn): Padahal mereka (berhala-berhala itu) diciptakan.
Tafsir Lengkap:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang-orang musyrik dengan pertanyaan yang sangat tegas: "Apakah pantas mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak mampu menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri adalah makhluk yang diciptakan?"
Renungkanlah wahai saudaraku! Betapa bodoh dan sesatnya perbuatan orang-orang musyrik itu. Mereka menyembah berhala-berhala yang terbuat dari batu, kayu, atau patung-patung buatan tangan mereka sendiri. Berhala-berhala itu tidak bisa menciptakan seekor lalat pun, tidak bisa memberi manfaat, tidak bisa menolak mudarat, bahkan tidak bisa mengusir lalat yang hinggap di tubuhnya. Padahal berhala-berhala itu sendiri adalah makhluk yang diciptakan — diciptakan oleh manusia, atau diciptakan oleh Allah sebagai benda mati.
Sungguh, ini adalah kebodohan yang sangat besar! Bagaimana mungkin sesuatu yang diciptakan dijadikan sekutu bagi Sang Pencipta? Bagaimana mungkin sesuatu yang lemah dan tidak berdaya disejajarkan dengan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa?
Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan keesaan Allah dengan akal yang sehat. Jika kita perhatikan alam semesta ini — langit yang menjulang tinggi, bumi yang terbentang luas, gunung-gunung yang kokoh, lautan yang membentang, serta segala isinya — semuanya adalah ciptaan Allah. Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Maka, hanya Allah-lah yang berhak disembah dan dipuja.
Saudaraku, marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga. Jauhkanlah diri kita dari segala bentuk kesyirikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Janganlah kita tunduk kepada hawa nafsu, harta, jabatan, atau makhluk apa pun — karena semua itu adalah ciptaan Allah yang tidak mampu memberikan pertolongan sejati. Hanya kepada Allah kita memohon, hanya kepada-Nya kita beribadah, dan hanya kepada-Nya kita berharap.
Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Pencipta, Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengurus segala urusan makhluk-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada tandingan bagi-Nya. Maka, bersyukurlah kita yang telah diberi petunjuk untuk mengenal Allah dan beribadah hanya kepada-Nya. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 189-193 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 191
Surat Ayat 191/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 189–193. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








